Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ali Munhanif. Medcom.id/Ilham Pratama.
Jakarta: Politik identitas kerap digunakan dalam pemilihan presiden. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ali Munhanif menilai penggunaan isu politik identitas merupakan cara murahan.
"Calon atau kubu, berperang lewat politik identitas. Salah satunya memainkan isu keagamaan. Ini kan tidak mendidik," kata Ali di Kedai Kendal, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Desember 2018.
Ali menilai penggunaan isu politik identitas telah dilakukan berulang kali dalam beberapa pemilihan umum. Seharusnya, kata Ali, isu ini tak lagi digunakan mengingat dampak yang ditinggalkan."Mereka menemukan cara yang mudah dan murah dalam pertarungan. Yang terjadi masyarakat semakin militan dengan identitasnya masing-masing. Memperbesar porsi identitas untuk memenangkan cara demokrasi," kata Ali.
Ali berharap kedua kubu paslon mengubah cara berkampanye dalam meraup dukungan. Tren politik identitas harus ditinggalkan demi kepentingan masyarakat.
Para paslon diminta lebih mengedepankan program dan visi-misi. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui program yang diusung masing-masing paslon.
"Akhirnya masyarakat tidak mendengar lagi program atau visi misi calon. Saya berharap calon menonjolkan aspek yang mendidik, melihat hal lain yang bisa dijadikan msayarakat sebagai pertimbangan dalam memilih presiden dan wakil presiden," pungkas Ali.
(DRI)
http://bit.ly/2TkCCNP
December 31, 2018 at 01:18AM from METROTVnews.com http://bit.ly/2TkCCNP
via IFTTT
No comments:
Post a Comment