Jakarta: Polri menggelar konsolidasi dan evaluasi multimedia dan humas. Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal mengingatkan dampak positif dan negatif internet jelang tahun politik.
"Internet menjadi sarana komunikasi ideal jarak jauh. Internet juga memunculkan sengkuni-sengkuni baru, yakni kejahatan siber, penyebar hoaks, dan black campaign. Eskalasinya bahkan meningkat jelang pesta demokrasi," kata Iqbal di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 17 Desember 2018.
Sekitar 50 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna internet. "Hal ini membuat divisi humas harus meningkatkan pelayanan keamanan. Karena, tidak bisa dimungkiri, situasi di dunia maya berdampak ke dunia nyata," paparnya.
Baca: Polisi Kembali Tangkap Penyebar Video Hoaks di MK
Iqbal menyatakan di bawah masa kepemimpinan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian, Divisi Humas mengalami perkembangan yang baik. Ia memuji kepedulian Tito.
"Pada masa kepimpinann Bapak (Kapolri Jenderal Tito Karnavian) peran Humas Polri menjadi begitu besar. Terbukti, sebelum Bapak menjabat, anggaran 2015 hanya Rp15 miliar. Pada 2016 meningkat 15 persen. Setiap tahun terus berkembang. Alhamdulillah pada 2017 naik 25 persen," kata dia.
Acara dihadiri kapolri, pada kepala bidang Humas Polri, dan 67 perwakilan kepala subbagian humas polres termasuk, dari Aceh hingga Papua.
(YDH)
https://ift.tt/2rE0hwZ
December 17, 2018 at 02:40PM from METROTVnews.com https://ift.tt/2rE0hwZ
via IFTTT
No comments:
Post a Comment