Illustrasi. MI/RAMDANI.
Jakarta: Neraca perdagangan Indonesia jelang akhir tahun cenderung bakal melambat. Kondisi ini dinilai turut dipengaruhi aktifitas masyarakat serta banyaknya jumlah hari libur.
"Kalau kita lihat tren sebelumnya pada Desember ekspor impor agak melambat karena dipengaruhi oleh jumlah hari libur, biasanya begitu," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.
Pada Desember, masyarakat Indonesia memiliki jumlah waktu libur lebih banyak dnegan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru. Kondisi pelemahan aktivitas perdagangan ini juga telah dirasakan pada momentum libur nasional maupun hari besar keagamaan lainnya.
"Kemarin di Lebaran juga begitu, perdagangan ini sangat dipengaruhi jumlah hari liburnya. Jadi memang trendsebelumnya agak melambat ekspor impornya," tuturnya.
Meski demikian pencapaian nilai perdagangan tahun lalu tak bisa dijadikan patokan baku untuk kepastian kinerja saat ini. Upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai ekspor serta mengurangi ketergantungan impor barang dari negara lain dinilai mulai bisa dirasakan.
"Nanti kita lihat 15 Januari 2019. Saya tidak bisa bikin prediksi, kalau saya berharap surplus dan berharap implementasi kebijakan pemerintah lebih berjalan mulus," paparnya.
Pria yang akrab disana Kecuk ini meyakini implementasi strategi dan kebijakan pemrintah terhadap neraca perdagangan bakal membuahkan hasil yang positif. Hanya saja, upaya itu tak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Ke depan pemerintah juga telah berupaya melakukan kerja sama dengan beberapa negara Eropa, itu sudah oke dan menurut saya itu butuh waktu," ucapnya.
(SAW)
https://ift.tt/2Lnw1PU
December 17, 2018 at 05:08PM from METROTVnews.com https://ift.tt/2Lnw1PU
via IFTTT
No comments:
Post a Comment