Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi penyebab merosotnya ekspor Indonesia. Gejolak ekonomi Negeri Tirai Bambu itu membuat ekspor barang dari RI anjlok.
"Faktor ekonomi luar dari sisi ekspor menjadi tantangan beberapa komoditas kita maupun pasar untuk mengekspor. Harus dilihat secara hati-hati karena seperti Tiongkok pertumbuhan ekonominya lagi adjustment dari internal mereka atau perang dagang dengan Amerika Serikat," ujar Sri Mulyani usai menghadiri acara Property Outlook 2019 di Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin, 17 Desember 2018.
Pelemahan kinerja ekspor RI juga terjadi lantaran pasar untuk beberapa komoditas sedang sensitif terhadap isu-isu non ekonomi, salah satunya adalah isu lingkungan yang manimpa crude palm oil (CPO). Hal ini membuat negara-negara Eropa mengurangi permintaan komoditas CPO dari Indonesia.
"Sedangkan pasar-pasar baru barangkali dalam kondisi ekonomi sekarang tendensinya melemah. Jadi kemampuan menyerap ekspor terbatas," tutur dia.
Menurut Sri Mulyani, ketidakpastian global membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam mengelola external account. Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat daya saing ekspor dengan memberikan insentif.
"Ekspor dipacu dari sisi daya kompetisi kita dengan berbagai kebijakan yang kita keluarkan untuk mendukung seperti insentif. Namun kita perlu memahami dinamika pasar global sedang sangat tinggi atau tidak menentu," tegas dia.
Soal impor, pemerintah akan melakukan kajian lebih mendalam atas kebijakan pengurangan impor yang sudah diterbitkan sebelumnya lewat beberapa Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Regulasi pengurangan impor itu menaikkan pajak impor bagi 1.147 komoditas. Sehingga secara volume, impor akan alami penurunan.
"Transaksi harian dari 1.147 komoditas yang kodenya HS kena PPh impor. Sektor lain, migas dan migas harus diperhatikan kemampuan industri dalam negeri agar menghasilkan subtitusi," pungkas Sri Mulyani.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan pada November 2018 mengalami defisit sebanyak USD2,05 miliar. Untuk ekspor tercatat sebesar USD14,83 miliar, sementara nilai impor sebanyak USD16,88 miliar.
(SAW)
https://ift.tt/2CgNyGm
December 17, 2018 at 03:56PM from METROTVnews.com https://ift.tt/2CgNyGm
via IFTTT
No comments:
Post a Comment